Nasional

Kembali Dipanggil KPK. Ketua Umum MPN Pemuda Pancasila, Japto Soerjosoemarno : “Saya Lebih Preman Dari PP”

Berbagi and sharing

Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila, Japto Soerjosoemarno, kembali memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan penerimaan gratifikasi dari mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari. Di tengah proses hukum, Japto juga melakukan konsolidasi organisasi di Sumatera Utara dan melontarkan pernyataan kontroversial mengenai citra “preman” organisasinya.

Pemeriksaan KPK: Gratifikasi dari Pejabat Daerah

Japto Soerjosoemarno terlihat mendatangi gedung KPK, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Pemeriksaan kali ini berkaitan dengan aliran dana yang diduga diterima secara rutin dari Rita Widyasari, yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi.

“Terkait dengan pemeriksaan saudara J ini, berapa atau uangnya apakah diterima setiap bulan? Jadi itu informasi yang kami terima memang ini diberikan setiap bulan,” ujar Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, kepada wartawan.

KPK masih mendalami apakah pemberian tersebut berkaitan dengan jabatan atau kewenangan pejabat yang bersangkutan. Japto sendiri belum memberikan pernyataan resmi usai pemeriksaan.

Konsolidasi di Sumut: Japto Tegaskan Peran Pemuda Pancasila

Beberapa hari sebelumnya, Japto Soerjosoemarno melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Utara dalam rangka konsolidasi organisasi. Di hadapan ribuan anggota Pemuda Pancasila, ia mengingatkan kembali sejarah kelahiran organisasi tersebut.

“Dari mulai memberantas komunisme, neo-komunisme, ekstrim kiri, dan orang-orang yang ingin mengadakan perpecahan atau disintegrasi bangsa, itu bukan hanya tugas tentara dan polisi. Kita, Pemuda Pancasila, kita harus mengambil keputusan. Ini adalah perbuatan yang membahayakan bangsa kita dan kita harus bertindak,” tegas Japto dalam orasinya.

Pernyataan itu menggarisbawahi posisi Pemuda Pancasila sebagai organisasi yang selama ini mengklaim berperan dalam menjaga keutuhan NKRI.

“Saya Lebih Preman dari PP”: Jawaban atas Stigma Premanisme

Salah satu pernyataan yang mencuri perhatian adalah ketika Japto menanggapi cap negatif yang kerap dialamatkan kepada Pemuda Pancasila sebagai organisasi preman. Dengan nada tegas, ia berkata:

“Dikatakan Pemuda Pancasila ini organisasi preman. Kalau Pemuda Pancasila preman, saya lebih preman dari PP.”

Ungkapan tersebut sontak disambut riuh anggotanya. Meski terkesan provokatif, pernyataan itu dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa ia siap memimpin dan bertanggung jawab atas setiap tindakan organisasi, sekaligus membalik stigma dengan cara yang sarkastis.

Latar Belakang Kasus

Rita Widyasari, mantan Bupati Kutai Kartanegara, telah divonis bersalah dalam kasus korupsi dan penerimaan gratifikasi. Namanya sempat menyeret sejumlah pihak, termasuk ormas. Kini perhatian publik tertuju pada pemeriksaan terhadap Japto Soerjosoemarno yang notabene pimpinan organisasi massa besar.

Hingga berita ini diturunkan, KPK masih terus mengembangkan penyidikan. Sementara itu, Pemuda Pancasila sendiri tengah mempersiapkan berbagai agenda nasional, dengan Sumatera Utara sebagai salah satu basis kekuatan mereka. (A).

Admin Matacon

Recent Posts

SekjenDPP PDIP Hasto Kristiyanto Menumpahkan Dendam Politiknya Kepada Jokowi, Di Hari Kesaktian Pancasila?

Mataconews – Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, kembali menyoroti kondisi fiskal yang tengah dihadapi…

5 jam ago

Pengurusan Yayasan Masjid Sukamulia, Gelar Makan Soto Berjama’ah Di Plaza

mataconews.com, Jakarta – Suasana kebersamaan terlihat di Plaza Sukamulia pada Jumat malam, 29 Mei 2026.…

3 hari ago

Wukuf Di Galery Nasional, Melahirkan Kurator Dan Narator Seni Rupa Indonesia

Jakarta – mataconews.com. Pergeseran dari masyarakat agraris ke industri kian terasa di Indonesia. Tak terkecuali…

2 minggu ago

Farhat & Rismon Bongkar Perselingkuhan Refly Harun & dr Tifa

Pengacara Farhat Abbas dan Rismon, berusaha membongkar diduga adanya hubungan emosional-perselingkuhan ntara Tifa dengan Refly…

2 bulan ago

Dramaturgi, Pembebasan Kolong : “ Manusia Makhluk Visual “

Forum Dramaturgi Jakarta (FDJ), menggelar Dialektika Naskah Pembebasan Kolong, karya Muhammad Panji Gozali. Naskah tersebut,…

2 bulan ago

Penerbit Indie, Mencari Pasar, Bukan Pencerahan Publik ?

Pergeseran dari masyarakat agraris ke industrialis, yang menyergap bangsa Indonesia, telah melahirkan fenomena baru dalam…

2 bulan ago