Sastra

Dramaturgi, Pembebasan Kolong : “ Manusia Makhluk Visual “

Berbagi and sharing

Mataconews, Jakarta Forum Dramaturgi Jakarta (FDJ) kembali menghadirkan ruang diskusi seni melalui gelaran dialektika bertajuk “Pembebasan Kolong”. Naskah drama karya Muhammad Panji Gozali ini rencananya akan dipentaskan di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, pada 24 Mei 2026.

Dalam sesi diskusi yang digelar baru-baru ini, terungkap berbagai pengalaman menarik dari tim produksi, mulai dari sutradara hingga para pemain. Uniknya, pementasan drama “Pembebasan Kolong” akan dibawakan oleh Teater Moksa di bawah arahan sutradara Suwarni Waskito, dengan para pemain yang merupakan pelajar SMA Diponegoro, Jakarta Timur. Dua di antaranya adalah Bu Herlina dan Ali.

Baca juga : Perjalanan Epic Matt Damon

Manusia Adalah Makhluk Visual

Salah satu poin utama yang mencuat dalam dialektika “Pembebasan Kolong” adalah pembahasan mengenai lapisan-lapisan manusia, khususnya terkait sifat manusia sebagai makhluk visual.

Hal ini merujuk pada penelitian yang menunjukkan bahwa otak manusia cenderung lebih mudah dan cepat memproses informasi dalam bentuk gambar dibandingkan teks. Dunia visual dinilai lebih efektif menyentuh emosi dan memengaruhi pengambilan keputusan. Karena sifat dasar inilah, elemen visual menjadi krusial dalam berbagai bidang, seperti Pendidikan, Desain Grafis, Iklan, Media Sosial, dan tentu saja, dunia teater.

Konsistensi Visual Kunci Keberhasilan Pementasan

Menanggapi hal tersebut, Sutradara “Pembebasan Kolong”, Suwarni Waskito, menegaskan bahwa pemahaman mengenai manusia sebagai makhluk visual harus diimbangi dengan konsistensi dalam pementasan.

“Mulai dari akting para pemain, tata cahaya, hingga elemen visual lainnya harus dijaga konsistensinya. Ini penting untuk menghindari stagnasi yang dapat mengganggu konsentrasi penonton. Jika tidak, penonton bisa kehilangan fokus dan beralih pada visual lain, seperti memainkan HP mereka,” ungkap Suwarni.

Apresiasi untuk Pelajar yang Hadir

Acara dialektika dramaturgi “Pembebasan Kolong” ini terpantau didominasi oleh kehadiran para pelajar tingkat menengah, terutama dari SMA Diponegoro 1, Jakarta Timur.

Antusiasme siswa dan siswi yang hadir dalam diskusi kesenian ini dinilai sebagai langkah positif yang patut diapresiasi. Kehadiran generasi muda menunjukkan adanya upaya pemberdayaan dan pencerahan di ruang kesenian, khususnya dalam bidang sastra dan teater, baik di Jakarta maupun Indonesia secara umum. (A)

Admin Matacon

Recent Posts

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak, Ungkap Dugaan Kartel Haji Dan Praktik Mafia Haji

Jakarta, MataConews – Praktik gelap di balik penyelenggaraan ibadah haji kembali menjadi sorotan. Wakil Menteri…

20 jam ago

Pramono Anung Sindir Politikus Pindah Partai: “Tak Akan Pernah Jadi Besar!”

Mataconews - Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melontarkan pernyataan menohok terkait loyalitas partai politik.…

2 hari ago

Sayembara Kritik : “Lemahnya Ekosistem Seni Dalam Ruang Apresiasi

Mataconews, Jakarta – Suasana hangat dan penuh tawa mewarnai acara Penganugerahan Pemenang Sayembara Kritik Sastra…

5 hari ago

Peluncuran Buku Enam Simponi Aksara Telah Menampar Wajah Literasi Betawi ?

Mataconews, Jakarta – Suasana seni dan sastra semakin semarak di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta…

5 hari ago

Presiden Prabowo Subianto, Singkap Tabir Kepalsuan Ekonomi

Jakarta, Nataconews - Presiden Prabowo Subianto secara blak-blakan mengungkapkan adanya praktik pemalsuan data, pemalsuan dagang,…

1 minggu ago

Kental Kekuasaan. Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tidak Ditahan

Mataconews - Jakarta. Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus),…

1 minggu ago