Politik

SekjenDPP PDIP Hasto Kristiyanto Menumpahkan Dendam Politiknya Kepada Jokowi, Di Hari Kesaktian Pancasila?

Berbagi and sharing

Mataconews – Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, kembali menyoroti kondisi fiskal yang tengah dihadapi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam pernyataannya, Hasto menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan semata-mata berasal dari kebijakan Prabowo, melainkan merupakan “akibat-akibat sebelumnya” dari era kepemimpinan Presiden ke-tujuh, Joko Widodo.

Hasto merinci sejumlah kebijakan masa lalu yang dinilainya membebani anggaran negara, antara lain:

1. Belanja Bantuan Sosial (Bansos) Besar-besaran: Demi kepentingan elektoral, belanja bansos disebut mencapai lebih dari 13 miliar USD menurut sejumlah pengamat politik luar negeri.

2. Infrastruktur Minim Multiplayer Effect: Pembangunan infrastruktur, termasuk pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN), dinilai tidak memberikan efek berganda yang signifikan terhadap perekonomian rakyat.

3. Hilirisasi untuk Oligarki: Kebijakan hilirisasi yang digaungkan sebelumnya dinilai hanya menguntungkan segelintir oligarki.

“Bukan karena dari Presiden Prabowo, tapi karena akibat-akibat sebelumnya,” tegas Hasto.

Lebih lanjut, politisi senior PDIP itu mengkritisi apa yang disebutnya sebagai “kerusakan sistem hukum, politik, dan demokrasi.” Menurutnya, rakyat pada akhirnya akan meminta pertanggungjawaban atas berbagai kebijakan yang tidak berpihak pada kepentingan publik.

“Turun ke bawah bukan persoalan elektoral, tapi harusnya pertanggung jawaban seorang pemimpin,” pungkasnya.

Pernyataan Hasto yang disampaikan di momen menjelang Hari Kesaktian Pancasila ini pun memicu beragam tafsir. Sebagian kalangan menilai ini sebagai kritik kebijakan biasa, sementara yang lain melihatnya sebagai bentuk “dendam politik” terhadap Jokowi, mengingat dinamika hubungan antara PDIP dan mantan presiden yang kian memanas.

Namun, Hasto membantah nada dendam. Ia menegaskan bahwa kritiknya adalah bagian dari proses demokrasi dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan, bukan sekadar urusan elektoral atau kepentingan jangka pendek. (A).

Admin Matacon

Recent Posts

Bank BJB Diduga Beri Kredit Jaminan Sertifikat Tanah Tanpa Izin Pemilik, Istri Kaget Suami Pinjam Uang Pakai Sertifikat Miliknya

Banten - Dugaan pelanggaran prosedur perbankan kembali mencuat ke publik. Bank BJB (Bank Pembangunan Daerah…

20 jam ago

Quo Vadis AJ-DKJ? Polemik Kepemimpinan dan Gugatan Hukum Mewarnai Diskusi Terbuka

Jakarta – Isu kepemimpinan di Akademi Jakarta (AJ) dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) kembali mencuat…

3 hari ago

Malam Puncak HUT RI Ke-81 di RW 01 Kemayoran: Antusiasme Warga Tereduksi oleh Teknis Acara

Jakarta, Mataconews – Semarak peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 masih terasa di berbagai penjuru…

2 minggu ago

Mengenang Masa Lalu, RW 01, Gelar Hiburan Layar Tancap

Jakarta, Matacones.com – Dalam rangka memperingati satu abad kemerdekaan Indonesia atau HUT Kemerdekaan RI ke-81,…

3 minggu ago

Pejabat Sidak Tanpa Bertindak, Ruang Publik Disikat

Mataconews - Jakarta — Keluhan warga soal menyempitnya ruang publik di RW 01 dan RW…

3 minggu ago

IKAMA, Warung Madura Buka 24 Jam, “Kami Multifungsi”

Mataconews - Jakarta. Keberadaan warung-warung di berbagai pelosok negeri menjadi pemandangan akrab bagi masyarakat Indonesia.…

3 minggu ago