Categories: Nasional

PRESIDEN JOKOWI, BERBICARA TERANG TENTANG KERETA CEPAT

Berbagi and sharing

Foto : Detik/Ilustrasi

Setelah tidak menjabat menjadi Presiden Republik Indonesia, kebijakan politik Jokowi, dipersoalkan di ruang publik tanah air, terutama terkait dengan pengadaan alat transportasi umum, Kereta cepat Jakarta-Bandung, Whoos. Apalagi setelah dikalkulasi secara profit, alat transportasi umum itu, mengalami kerugian. Kebijakan politik itu pun sempat di goreng di ruang publik oleh sejumlah kalangan, bahwa ada indikasi kerugian dan korupsi

Seorang pengamat politik, Bonie Hargens, menyikapinya secara hukum, bahwa indikasi hanya menampilkan asumsi, dan bukan bukti. Dan hukum memerlukan pembuktian materil. Tidak bisa mengandalkan asumsi dan indikasi untuk masuk kedalam ranah hukum.

Menteri Keuangan, sempat membuat pernyataan, menolak menggunakan APBN untuk membayar hutang cicilan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Menyikapi fenomena kebijakan politiknya dipersoalkan di ruang publik, terutama terkait dengan pengadaan alat transportasi massal, Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Whoos, Presiden ketujuh itu, dengan terang benderang mengungkapkannya di ruang publik. Jokowi, menjelaskan, bahwa pengadaan alat transformasi itu harus dilihat dari aspek multi efeknya. Proyek alat transportasi umum itu, tidak melulu identik dengan keuntungan material, melainkan juga harus dilihat dari keuntungan sosialnya.

Lebih lanjut, Presiden ketujuh itu, secara detail menjelaskan, terkait dengan pengadaan alat transportasi umum, Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Yakni untuk memecahkan kemacetan dan efisiensi waktu. Menurutnya, kemacetan lalu lintas di jakarta, Jabodetabek, bisa menguras biaya triliun rupiah, dan mengganggu waktu aktifitas. Dengan hadirnya alat transportasi LRT, MRT, dan Kereta Cepat, dapat membantu efisiensi waktu kerja dan memicu pertumbuhan ekonomi. Skala prioritas, pada Proyek Kereta Cepat itu, harus dimaknai sebagai apresiasi terhadap kepentingan publik, dan bukan hanya berorientasi pada keuntungan materi saja. (Aswin/mataconews)

Admin Matacon

Recent Posts

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak, Ungkap Dugaan Kartel Haji Dan Praktik Mafia Haji

Jakarta, MataConews – Praktik gelap di balik penyelenggaraan ibadah haji kembali menjadi sorotan. Wakil Menteri…

22 jam ago

Pramono Anung Sindir Politikus Pindah Partai: “Tak Akan Pernah Jadi Besar!”

Mataconews - Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melontarkan pernyataan menohok terkait loyalitas partai politik.…

2 hari ago

Sayembara Kritik : “Lemahnya Ekosistem Seni Dalam Ruang Apresiasi

Mataconews, Jakarta – Suasana hangat dan penuh tawa mewarnai acara Penganugerahan Pemenang Sayembara Kritik Sastra…

5 hari ago

Peluncuran Buku Enam Simponi Aksara Telah Menampar Wajah Literasi Betawi ?

Mataconews, Jakarta – Suasana seni dan sastra semakin semarak di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta…

5 hari ago

Presiden Prabowo Subianto, Singkap Tabir Kepalsuan Ekonomi

Jakarta, Nataconews - Presiden Prabowo Subianto secara blak-blakan mengungkapkan adanya praktik pemalsuan data, pemalsuan dagang,…

1 minggu ago

Kental Kekuasaan. Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tidak Ditahan

Mataconews - Jakarta. Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus),…

1 minggu ago