Pendidikan

Konsultan Pendidikan : “Miris Lihat Cara Ketua BEM Mencari Pekerjaan, Membangun Popularitas Lewat Narasi Negatif Terhadap Pemerintah

Berbagi and sharing

MATACONEWS – Seorang konsultan pendidikan menyoroti fenomena mahasiswa yang membangun popularitas melalui narasi negatif terhadap pemerintah sebagai cara mencari pekerjaan. Ia menilai pendekatan tersebut justru mencederai etika dan profesionalisme, terutama di kancah internasional.

“Bukan Kritik Tapi Makian”

Dalam pernyataannya yang dikutip Mataconews, konsultan pendidikan tersebut mengaku miris melihat sebagian ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang membangun popularitas dengan cara tidak pantas.

“Popularitas dibangun lewat narasi negatif terhadap pemerintah. Bukan kritik ya, tapi makian dan hinaan, bedakan,” ujarnya.

Ia menyoroti tindakan mahasiswa yang menulis surat ke lembaga internasional dengan bahasa yang dinilainya memalukan dan tidak profesional, seperti menyebut “stupid president”.

“Bahasa itu jelas tidak pantas di level internasional. Tidak sedikit dari mereka yang sekarang sudah masuk partai politik dan mendapat pekerjaan,” tambahnya.

Kritik vs Serangan Pribadi

Konsultan pendidikan yang juga aktif mengkritik kebijakan pemerintah ini membedakan antara kritik konstruktif dan serangan personal. Ia mengaku kerap menyuarakan kritik di bidang pendidikan, seperti kebijakan flat panel yang tidak tepat sasaran, tenaga kerja asing (TKA), atau korupsi dana pendidikan.

“Tapi saya tidak pernah menyerang pribadi menteri pendidikan. Saya tidak pernah mengatakan stupid minister. Padahal mahasiswa ini calon pemimpin masa depan, calon wakil rakyat,” tegasnya.

Ia mempertanyakan jika sejak awal cara membangun popularitas sudah lewat retorika negatif, bagaimana nanti ketika benar-benar memegang kekuasaan.

Dampak Aksi Konfrontatif ke Masyarakat

Konsultan ini juga menyoroti aksi-aksi demonstrasi yang bernuansa konfrontatif, seperti menutup jalan di Jakarta. Menurutnya, aksi tersebut berdampak langsung pada masyarakat kecil.

“Aktivitas bisnis lesu, warung sepi, toko tutup lebih cepat. Yang terdampak justru masyarakat. Saya yakin banyak mahasiswa sebenarnya tidak merasa terwakili oleh gaya seperti ini,” ungkapnya.

Ia menilai yang dikenal publik dari mahasiswa tipe ini hanya kemampuan membakar amarah atau menantang debat, sementara karya inovatifnya minim terlihat.

Seruan Munculkan Gerakan Mahasiswa Positif

Konsultan pendidikan tersebut menantang mahasiswa untuk menghadirkan organisasi dengan energi lebih positif dan fokus pada solusi nyata. Ia mencontohkan Pandawara Group, sekelompok anak muda yang bergerak membersihkan sungai dan lingkungan.

“Mereka bergerak tanpa retorika keras, tanpa makian, tapi dampaknya terasa,” katanya.

Ia juga meminta para rektor untuk mempertimbangkan menyediakan ruang bagi organisasi mahasiswa baru yang fokus pada inovasi, solusi, dan dampak nyata.

“Biarkan masyarakat menilai siapa kader muda yang layak menjadi penerus bangsa. Mereka yang naik lewat prestasi dan inovasi yang solutif, atau mereka yang naik lewat teriakan dan tekanan massa,” pungkasnya. (A).

Admin Matacon

Recent Posts

Anggota DPRD Jakarta Wa Ode Herlina Didesak Jawab Polemik Pengurus AJ-DKJ, Pilih Menghindar saat Reses di Kemayoran

JAKARTA — Fenomena politik Jakarta kembali mewarnai ruang publik di Kelurahan Harapan Mulia, Kecamatan Kemayoran,…

13 jam ago

Bank BJB Diduga Beri Kredit Jaminan Sertifikat Tanah Tanpa Izin Pemilik, Istri Kaget Suami Pinjam Uang Pakai Sertifikat Miliknya

Banten - Dugaan pelanggaran prosedur perbankan kembali mencuat ke publik. Bank BJB (Bank Pembangunan Daerah…

2 hari ago

Quo Vadis AJ-DKJ? Polemik Kepemimpinan dan Gugatan Hukum Mewarnai Diskusi Terbuka

Jakarta – Isu kepemimpinan di Akademi Jakarta (AJ) dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) kembali mencuat…

4 hari ago

Malam Puncak HUT RI Ke-81 di RW 01 Kemayoran: Antusiasme Warga Tereduksi oleh Teknis Acara

Jakarta, Mataconews – Semarak peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 masih terasa di berbagai penjuru…

2 minggu ago

Mengenang Masa Lalu, RW 01, Gelar Hiburan Layar Tancap

Jakarta, Matacones.com – Dalam rangka memperingati satu abad kemerdekaan Indonesia atau HUT Kemerdekaan RI ke-81,…

3 minggu ago

Pejabat Sidak Tanpa Bertindak, Ruang Publik Disikat

Mataconews - Jakarta — Keluhan warga soal menyempitnya ruang publik di RW 01 dan RW…

3 minggu ago